DIA

Dia….Pertama kali ketemu di STIKOM Surabaya, sekitar tahun 2001, waktu mau berangkat OUTBOUND karyawan. Diantara cowok-cowok yang lain, memang dia yang paling “bening”. Aku baru tahu namanya waktu dalam perjalanan. Tapi aku tidak akan tuliskan namanya disini.

Setelah acara itu, aku dan dia tidak pernah ketemu lagi. Karena kantorku dan kantor dia beda. Aku sudah ada di Kedung Baruk, dan dia masih di Kutisari. Kami dapat bertemu lagi pada saat dia pindah kantor ke Kedung Baruk. Itu pun tidak sering bertemu. Kami biasa hanya ngobrol lewat email atau chatting. Saling curhat dan saling bertukar pikiran ya lewat chatting dan email itu. Jarang banget ketemu muka kalo gak ada acara yang mengharuskan semua karyawan kumpul.

Tiba-tiba aku dengar kalo dia udah mulai jalan ama cewek. Adik kelasku. Dia gak pernah cerita tentang itu, Aku dengar itu dari orang lain. Dan memang aku juga gak banyak berharap soal itu. Lagian aku ama dia blom ngomong apa-apa masalah itu. Semakin dekat, kami saling tukar nomor telp. Sms-an mulai dilakukan. sering banget smsan. Baik itu cuma say hay atau ngucapin selamat malam. Sampai suatu hari aku kaget dengan jawaban yang aku terima. Gak seperti biasanya. Besoknya setelah aku tanya dia, memang bukan dia yang jawab, tapi pacarnya. OK deh. Smsan sekarang jadi agak jarang dan lebih hati-hati.

Aku kaget hingga pada suatu hari, disaat aku sedang sibuk mengerjakan tugasku ada telp buat aku. Lewat telp kantor, aku denger suara cewek yang mencak-mencak. Marah-marah sama aku. Aku bingung. Sampai akhirnya aku tahu kalo dia itu adalah pacarnya. Dia tanya, apa aku suka sama dia ? Aku jawab aja iya. Aku memang suka sama dia. Dan mungkin juga dia suka sama aku. Pembicaraan pindah ke HP. Di HP, dia ikutan ngomong…..dia bilang dia malu…..dia minta maaf…..Aku bingung…… Sampai aku tahu cerita benarnya……

Dia mau nikah !!! Aku yang dijadikan kambing hitamnya karena smsku yang terlalu sering buat dia. Aku yang gak tahu apa-apa dan memang gak berniat terlalu dalam ya aku gak terima di bilang macam kayak gitu. Pacarnya bilang kalo mo batalin pernikahan, ya aku jawab JANGAN. Kalian harus tetap nikah. Acara segala macam sudah siap.

Acara pernikahan itu terjadi juga…..Aku datang ke pernikahan dia. Kami sudah sangat jarang ngobrol, apalagi sms-an. Komunikasi hampir pasti putus.

Entah kenapa, dia tiba-tiba sapa aku lagi di chatting. Tapi gak terlalu sering juga. Dia bilang, kenapa sudah hampir 2 tahun mereka nikah kok blom ada anak juga. Ya aku jawab aja, lah gimana lho prosesnya. Lancar apa gak? Kok malah tanya aku? Akhirnya mereka dapat anak juga. Cewek. Cantik. Wajahnya mirip dia.

Jarang ngobrol dan aku juga gak terlalu mengikuti perkembangan dia lagi. Acara apapun yang dia adakan aku gak datang. Hingga tahun kemarin. Kami mulai dekat lagi. Aku baru tahu kalo dia ada masalah dengan istrinya.

Aku dan dia jadi dekat lagi. Saling telp tiap malam kami lakukan. Tapi gak lama. Permasalahannya dengan istrinya yang tambah rumit membuat dia agak menarik diri dari dunia. Dia lebih sering menyendiri. Aku coba buat membantunya. Tapi gak banyak yang bisa aku buat. Aku tambah sayang sama dia. Diapun sempat bilang kalo akan coba dengan aku. Tapi itu gak lama. Cuma sekitar 4 atau 5 bulan saja. Perubahan yang tiba-tiba dan sering membuat aku bingung.

Dia sekarang minta sama aku buat mikir lagi. Apa pantes dia buat aku. Apa aku gak malu dengan keadaan dia. Apa aku gak risi kalo jalan sama dia. Aku dah coba yakinkan dia. Tapi dia tetap menjauh dari aku, dari hari kehari. Sms gak dijawab. Telp gak diangkat.

Akhirnya lewat email dia meyakinkan aku lagi. Apa kelebihan dia dari yang lain. Apa yang buat aku tetap mengharapkan dia. Aku jawab dengan niat yang tulus dan seadanya diriku. Dia tetap coba meyakinkan aku sekali lagi. Sampai akhirnya dia minta aku hanya jadi sahabatnya. Gak lebih.

Dengan berat hati aku mengiyakannya. Dengan berat hati aku melepasnya. Tapi rasa sayang ini susah untuk dihilangkan. Sekalipun ada orang lain yang coba membukanya. Kalaupun nanti aku dan dia memang berjodoh. Insya Allah akan bersatu lagi.

Aku yakin kamu bisa melewatkannya sahabat. Kamu pasti bisa.

5 Comments

  1. yang sabar ya sis🙂
    ceritanya hampir2x mirip denganku. emang berat sih melaluinya tp aku yakin banyak hikmah yang bisa diambil dari kerjadian itu. Yang jelas hanya 1 obatnya, waktu.

    Reply

  2. pasti berat ya mba’ nglupain dia. tapi sahabat juga lebih brarti lho mba dr pacar ataupun istri sekalipun. dirimu jadi gag ada beban lagi, tp klo udah cinta yg bicara waduh angkat tangan deh…cari yg lain aja deeeee, coba buka hatimu untuk org lain, sapa tau lebih baik
    go go go powergirl

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s